====================== TERIMA KASIH SUDAH MAU DATANG KE BLOG SAYA ========================

welcome say "enjoy the content"

Jam Berapa nih ?


Get your own Digital Clock

Follow Me On Twitter !!

Sabtu, 01 Januari 2011

PSSI Rugi Jika Coret Bachdim


VIVAnews -  Manajer Persema Malang, Asmuri, menegaskan timnas akan rugi jika tidak menggunakan striker Irfan Haarys Bachdim. Sebab, Bachdim adalah pemain masa depan Tim Merah Putih.

Nasib Bachdim di timnas memang menjadi tanda tanya menyusul bergabungnya Persema Malang dalam ajang kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI). Tidak hanya Bachdim, nasib Kim Jeffrey Kurniawan yang bergabung bersama klub Persema juga sama.

Asmuri mengatakan, Bachdim dan Kim sudah terikat kontrak dengan Persema. Sehingga, apabila kedua pemain itu sengaja membatalkan kontrak, maka kedua pemain itu terkena pelanggaran administrasi dan wajib mengembalikan nilai kontraknya dua kali lipat.

Sebelumnya, Pelatih Persema, Timo Scheunemann usai memimpin latihan di Stadion Gajayana Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, 30 Desember 2010, menjelaskan bergabungnya Kim ke Persema adalah kehendak Kim bukan berdasarkan paksaan Persema.

"Jadi tidak ada paksaan, karena Kim itu pemain profesional, terserah dia mau bermain di klub apa," katanya.

Sementara bergabungnya Bachdim, menurut Timo karena pemain ini sudah tanda tangan kontrak dengan manajemen Persema. Tidak hanya Bachdim, pemain Persema lainnya juga sudah mengawali tanda tangan kontrak beberapa waktu lalu.

Timo menegaskan, Bachdim tidak akan meninggalkan Persema. Sebab, ia sudah terikat kontrak satu tahun dengan Persema.

"Saya katakan lagi, soal Irfan, tidak akan meninggalkan Persema," tegasnya.

Ingin Lihat Keindahan Meteor Quadrantids? Naiklah Atap Rumah


FOto: phuketnews.phuketindex.com
TEMPO Interaktif, Bandung - Beberapa lokasi perayaan malam tahun baru bisa menjadi tempat terbaik untuk menyaksikan hujan meteor Quadrantids. Selain di alam bebas, lantai atas rumah dapat digunakan sebagai tempat pengamatan.

Astronom dari Observatorium Bosscha Evan Irawan Akbar mengatakan, pantai adalah salah satu tempat terbaik untuk menyaksikan hujan meteor. "Langitnya lebih pekat dan pandangan ke angkasanya lebih lapang," ujarnya.

Daerah pegunungan dan teras atau atap rumah pun, kata pendiri Komunitas Langit Selatan Vivian Yamani, bisa menjadi tempat pengamatan yang baik. Adapun di daerah perkotaan agak kurang baik karena cahaya lampunya kuat. "Apalagi kalau ada pesta kembang api," katanya, Jumat (31/12).

Hujan meteor Quadrantids berlangsung rutin setiap tahun pada 1 hingga 5 Januari mendatang. Waktu terbaik melihatnya antara pukul satu dinihari hingga menjelang subuh. Hujan meteor ini bisa disaksikan di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Pada masa puncak yang diperkirakan terjadi pada 3 atau 4 Januari, kata Evan, diperkirakan mencapai 40 meteor setiap jamnya. Masa puncak berlangsung hanya 3 jam mulai pukul 01.00. Selain tanggal itu, hanya 15 meteor per jam yang bakal muncul.

Arah datang hujan meteor berada di langit arah timur laut langit. Ketinggiannya sekitar 30 derajat dari garia cakrawala. 

Jelang Tahun Baru, Remaja Jombang Borong Kondom


futureupdate.wordpress.com
TEMPO Interaktif, Jombang - Jelang perayaan tahun baru 2011, penjualan kondom di sejumlah apotek di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, meningkat.

Di Apotek Pelengkap, Jalan Pahlawan misalnya.  Salah satu karyawan, Nanik, 25 tahun, mengatakan sejak pagi banyak remaja yang membeli kondom di sana. "Ada yang beli sacetan, ada yang memborong satu boks berisi 25 sacet," kata dia, Jumat (31/12).

Menurutnya, pada hari biasa pembeli kondom biasanya hanya lima orang. Tapi sejak pagi tadi sudah ada sepuluh pembeli. Jika dilihat dari barang mencapai tiga boks. Jika satu boks isinya 25 sacet, yang satu sacetnya berisi tiga biji kondom, berarti sejak pagi ada 75 sacet atau 225 biji kondom yang terjual.

Menurut dia, penjualan kondom bisanya ramai kalau liburan akhir pekan. Konsumennya bervariasi, mulai tua hingga anak muda. Namun pada libur tahun baru kali ini, kebanyakan pembelinya remaja.

Bahkan jika dilihat dari muka para pembeli, ia memperkirakan kebanyakan remaja itu masih usia sekolah. "Kapan hari malah ada yang masih pakai seragam sekolah," sebutnya.

Sebelum membeli kondom, biasanya remaja-remaja baca SMS atau telepon lebih dulu. Kemudian mereka baru membelinya. "Katanya sih kondom titipan. Ada yang titip minta dibeliin kondom, gitu," ujarnya.

Kenaikan penjualan kondom juga terjadi di apotek lain di Jalan Jayanegara. Erna, pegawai apotek menyebut kondom murah merek "Sutra" banyak dibeli. Harganya hanya Rp 2.500 per sacetnya.

Kasusnya sama, remaja merupakan pembeli paling tinggi. Sementara itu, di Apotek Surya Medika juga mengalami kondisi yang sama. Bahkan, stok kondom pun kian menipis. "Sekarang stoknya sedikit," aku Anang, kasir apotek. 

UFO Tertangkap Radar Militer Argentina


UFO. (telegraph)
TEMPO Interaktif, Buenos Aires - Angkatan Udara Argentina menerima laporan soal penampakan unidentified flying objects (UFO) di langit Argentina. Sejumlah pilot dikabarkan melihat penampakan ini, bahkan radar Angkatan Udara Argentina juga mendeteksi UFO tersebut. 

Beberapa media lokal juga melaporkan menerima banyak foto penampakan UFO ini. Namun mereka ragu, apakah itu foto asli atau tipuan kamera. 

Untuk membuat lebih terang, Angkatan Udara memutuskan membentuk komisi khusus untuk menyelidiki fenomena UFO ini. "Saat ini masih dalam proses pembentukan," kata Kapten Mariano Mohaupt. 

Mariano mengatakan Angkatan Udara mencatat banyak laporan soal penampakan UFO ini. Namun data ini masih diolah oleh beberapa ahli, seperti ahli meteor, pilot sipil dan pengawas udara. 

Sebelumnya, beberapa negara di Amerika Selatan juga mengklaim UFO tampak di negara mereka. Negara tersebut di antaranya Brasil dan Uruguay. 

Pemerintah Argentina meminta tentara dan piliot sipil untuk melapor bila melihat UFO, jika memungkinkan memotret dan mengirimkannya ke Angkatan Udara Argentina. 

Pada pertengahan Desember lalu, militer Selandia Baru kemarin merilis ratusan laporan rahasia soal penampakan yang diklaim sebagai obyek terbang tak dikenal (UFO) dan perjumpaan dengan alien. Dokumen bertanggal 1954 hingga 2009 itu dirilis di bawah hukum keterbukaan informasi setelah Departemen Pertahanan Selandia Baru menghapus materi nama-nama dan identitas lainnya.
 
Dalam dokumen setebal 2.000 halaman, masyarakat, personel militer, dan pilot-pilot komersial mengaku berjumpa dengan makhluk luar angkasa, mayoritas melibatkan sinar-sinar yang bergerak di langit. 

Jembatan terpanjang di dunia


TEMPO Interaktif, London- Jembatan terpanjang di dunia selesai dibangun di Cina setelah empat tahun pengerjaan. Jembatan sepanjang 42,5 kilometer yang memiliki persimpangan tersebut menghubungkan tiga kota di Cina.

Jembatan itu menghubungkan Kota Qingdao di sebelah timur Provinsi Shandong dengan Distrik Huangdao. Panjang jembatan tersebut mencapai 42,5 kilometer atau sekitar delapan kali lebih panjang dari jembatan Suramadu di Jawa Timur, Indonesia, yang memiliki panjang 5,4 kilometer.

Jembatan bernama Qingdao Haiwan tersebut dibangun dua tim berbeda yang mengerjakan sejak 2006. Pembangunan selesai pada Senin (27/12).

Jembatan menghubungkan tiga kota pantai di Provinsi Shandong. Salah satu teknisi mengatakan, "Contoh dari komputer dan perhitungannya semua sangat bagus. Tapi Anda tidak bisa bersantai sampai kedua sisi menyatu. Kerenggangan beberapa sentimeter saja bisa memicu bencana."

Jembatan Qingdao Haiwan menyisihkan jembatan Lake Pontchartrain Causeway di Louisiana, Amerika Serikat. Lake Pontchartrain Causeway memiliki panjang 38,42 kilometer.

Peluang Emas Indonesia Lenyap


Firman Utina. TEMPO/Zulkarnain
TEMPO Interaktif, Jakarta - Kapten tim nasional sepak bola Indonesia Firman Utina gagal mengekseksi penalti pada menit ke-16. Tendangan Firman tampak lemah dan dengan mudah ditangkap oleh kiper Malaysia  Khairul Fahmi. 
  
Tim nasional sepak bola Indonesia mulai menunjukkan permainan terbaiknya. Indonesia terus menekan sejak kick off. Kapten Firman Utina yang menjadi pengatur serangan tampil agresif. 

Sebuah serangan dilancarkan Firman bersama Irfan Bachdim pada menit ke-6. Bola kemudian disodorkan ke penyerang Cristian Gonzales. Sayang, Gonzales dalam posisi offside. 

Indonesia menghadapi partai hidup mati melawan Malaysia malam ini. Dalam pertandingan pertama final Piala AFF di Bukit Jalil, Malaysia menang 3-0 atas Indonesia. Dengan jumlah gol tersebut, Indonesia perlu menang paling tidak 4-0. 

Hacker Indonesia Serang Situs Malaysia


Situs Malaysia yang Diretas.
TEMPO Interaktif, Jakarta- Sejumlah situs Malaysia diserang oleh para peretas Indonesia sejak kemarin. Situs-situs yang beralamat .my itu diserang oleh peretas yang mengaku bernama Kamtiez. Sampai pagi ini situs tersebut masih belum bisa dibuka, seperti situs Sony Music Malaysia yang beralamat http://www.sonymusic.com.my/images/a.txt.

Selain Sony, situs yang beralamat di  http://efurniture.com.my/ juga masih diretas. Saat Tempo mencoba pagi ini, dalam situs tersebut terpampang tulisan "hacked by kamtiez" dengan latar hitam. Task bar logo menjadi ikon bendera Indonesia yang berkibar-kibar.    

Menurut Irvan Nasrun, praktisi internet dan jaringan, sejumlah situs Malaysia diretas akibat Indonesia ditekuk tiga gol tanpa balas di Stadion Bukit Jalil oleh Malaysia. Para peretas masih geram dengan kekalahan dan "kecurangan" Malaysia. "Mereka ini yang pernah meretas situs Malaysia saat perayaan kemerdekaan Malaysia tahun lalu," kata Irvan saat dihubungi Tempo, Selasa (28/12) pagi. 

Pada 31 Agustus 2009, para peretas Indonesia menyerang 116 situs Malaysia tepat di hari Ulang Tahun Kemerdekaan Malaysia yang ke-52. Sebanyak 116 situs milik berbagai organisasi di Malaysia, mulai dari situs departemen pendidikan Malaysia sampai pariwisata berhasil diubah tampilannya oleh para peretas Indonesia.


Berikut daftar situs Malaysia yang diretas sejak kemarin. 

http://directory.klang.net.my/
http://efurniture.com.my/
http://food-beverage.com.my/
http://k9.com.my/index.htm
http://blog.realestate.net.my/
http://www.verisance.com.my/manuals/index.htm
http://vmart.skymobile.com.my/osc/images/index.htm
http://galeri.seripekan.edu.my/
http://ari.uitm.edu.my/cache/
http://bin.my/cache/
http://www.sonymusic.com.my/images/a.txt

Romeo, Robot Penuh Cinta


Robot Romeo (Foto: Cnet)
TEMPO Interaktif, Jakarta - Sebuah perusahaan pencipta robot asal Prancis, Aldebaran Robotics membuat robot yang mampu menunjukkan rasa cinta dengan cara mampu mengerjakan berbagai tugas sebagaimana layaknya manusia.

Robot humanoid yang diberi nama Romeo ini dapat mengerjakan tugas keseharian di rumah, seperti membuang sampah, mengambil makanan atau minuman dari lemari es, membuka dan menutup pintu, membereskan rumah, menyiapkan makanan di meja makan, dan merawat orang sakit atau lansia.

Robot dengan tinggi 4,5 kaki ini dilengkapi fitur antarmuka (interface) yang bisa mendeteksi gerakan dan suara manusia. Pada robot yang berbobot 88 pon ini juga dibenamkan sensor pada bagian mata, kaki, dan tulang punggung.

Untuk tahap awal, Aldebaran akan menguji coba robot yang dibanderol dengan harga 250 Euro atau sekitar US$ 327 ribu ini ke rumah sakit dan panti jompo.

Salain robot humanoid Romeo, Aldebaran juga sedang merancang Robovie R3, sebuah robot yang tingginya separuh dari Romeo dan dirancang untuk merawat orang cacat. Ada pula Kompai R&D yang khusus dibuat untuk para orang lanjut usia yang berada di rumah sendirian atau panti jompo.

Pelatih Asing Bertaburan di LPI

Pelatih Asing Bertaburan di LPI
Liputan6.com, Jakarta: Liga Primer Indonesia (LPI) segera dimulai. Ternyata dari 19 pelatih kesebelasan yang berlaga, 12 di antaranya merupakan pelatih asing. Mereka bakal adu strategi di kompetisi yang akan dimulai pada 8 Januari 2011.
Pelatih skala internasional sudah siap untuk melatih pemainnya berlaga di kompetisi LPI. Dalam siaran pers penyelenggara yang diterima pada Jumat (31/12), tertulis profil pelatih klub LPI. Berikut profil pelatih yang dimaksud:
1. Aceh United
Pelatih : Lionel Charbonnier (Prancis)
Mantan kiper ketiga Timnas Prancis di Piala Dunia 1998 ini banting setir menjadi pelatih usai gantung sepatu. Saat menjadi direktur teknik federasi sepakbola Tahiti, Lionel Charbonnier mengantarkan timnas U-20 negara di Kepulauan Karibia tersebut ke Piala Dunia FIFA U-20 tahun 2009. Kini publik Indonesia akan menyaksikan langsung kehandalan pemain juara dunia ini menangani tim peserta LPI yang bermarkas di ujung paling barat nusantara, Aceh United.
2. Bali De VataPelatih : Willy Scheepers (Belanda)Pelatih asal Belanda Willy Scheepers dipercaya menangani Bali De Vata. Sebelum mampir di kawasan wisata ternama dunia ini, Scheepers tercatat sebagai juru latih klub-klub Eropa, seperti FC Oberwinterthur, FC Kreuzlingen, dan APEP Pitsilia. Jabatan teknis terakhir yang dipegang Scheepers adalah menjadi direktur teknik di liga utama Siprus.
3. Bandung FCPelatih : Nandar IskandarNama Nandar Iskandar tidak bisa dipisahkan dari percaturan sepakbola Indonesia. Selain pernah menjadi pemain timnas tahun 1970-an, Nandar yang identik dengan Persib Bandung ini juga sempat melatih Timnas Indonesia pada 1999 hingga 2000. Sebagai pelatih, kiprah Nandar memang tak perlu diragukan. Bandung Raya, Persib Bandung, PKT Bontang, Perseden Denpasar, PSPS Pekanbaru, dan Persiba Bantul pernah merasakan tangan dinginnya.
4. Batavia UnionPelatih : Roberto Bianchi (Brasil)Pelatih asal Brasil pemegang paspor Spanyol ini mengantongi sertifikat UEFA PRO pada tahun 2006. Pernah melatih Zamora FC, Roberto Bianchi juga lama berkecimpung di Ciuded de Muscia, Mato Grosso de Sul, Bullense, dan Beijing Guoan FC. Kini Beto melangkah bersama Batavia Union.
5. Bogor RayaPelatih : John ArwandiLPI menjadi pertanda dimulainya debut John Arwandi sebagai pelatih. Sebelumnya, John malang-melintang sebagai staf teknik di sejumlah klub Indonesia. Tercatat pernah menjadi pelatih fisik PS Semen Padang pada 2007, John kemudian dipercaya menjadi asisten pelatih Persikabo Bogor tahun 2008-2009. Kini John bertugas memimpin Bogor Raya meraih sukses di LPI.
6. Cendrawasih PapuaPelatih : Uwe Erkebrecher (Jerman)Pelatih asal Jerman ini pernah menangani klub Eropa seperti tim Jerman FC Koln Jugend, FC Carl Zeiss Jena, dan beberapa klub divisi II di Jerman. Dengan pengalaman melatihnya di berbagai klub, Uwe Erkebrecher ingin menjadi bagian dari perubahan sepak bola Indonesia dengan melatih tim Cendrawasih Papua.
7. Jakarta 1928Pelatih : Bambang NurdiansyahInilah comeback Bambang Nurdiansyah di bangku pelatih setelah menangani klub-klub ternama Indonesia, seperti Pelita Krakatau Steel, PSIS Semarang, serta terakhir Arema Malang. Beberapa kali pula Bambang dipercaya menangani timnas yunior Indonesia di turnamen internasional, seperti Asian Games 2006. Pernah memperkuat timnas Indonesia sebagai pemain selama 11 tahun, Bambang kini menjadi arsitek utama Jakarta 1928.
8. Kabau PadangPelatih : Divaldo Alves (Portugal)Sebelum melatih Kabau Padang, Divaldo Alves berpengalaman menangani tim-tim di Thailand, Malaysia, dan Hong Kong. Bahkan tahun 2009 lalu Alves pernah melatih Persijap Jepara. Sebagai modal utama mengarungi kiprah kepelatihan di Indonesia, Alves membawa serta pengalaman mengikuti pendidikan fisik dan olahraga di Portugal dan memegang sertifikat pelatih UEFA A-Level.
9. Ksatria XI SoloPelatih : Branko Babic (Serbia)Pelatih asal Serbia berusia 63 tahun itu pernah melatih OFK Beograd tahun 2004-05 dan kini menapak di Ksatria XI Solo. Selain itu, Branko Babic juga pernah melatih tim di beberapa negara seperti di Jepang dan Montenegro. Sebagai pemain, Babic pernah memperkuat klub Jerman Beringen FC tahun 1975-1976.
10. Makassar CityPelatih : Michael Feichtenbeiner (Jerman)Michhael Feichtenbeiner pernah menjadi managing director Bundesliga divisi dua dan pernah pula melatih klub Malaysia, Selangor MPPJ dan kini di Makassar City. Pelatih asal Jerman ini merupakan pemegang sertifikat pelatih UEFA Pro Coach Licence.
11. Manado UnitedPelatih : Muhammad Al HadadMuhammad Al-Hadad sudah lama malang-melintang di persepakbolaan nasional. Tercatat Niac Mitra Surabaya pernah dibawanya menjuarai tiga kali Piala Galatama. Selanjutnya, Persijatim dan Persim Maros pernah merasakan kiprah kepelatihannya. Terakhir, Al Hadad menukangi Persita Tangerang tahun 2008 sebelum memutuskan untuk hijrah ke Manado United.
12. Medan BintangPelatih : Rene Van Eck (Belanda)Rene Van Eck banyak mencicipi pengalaman bermain di sejumlah klub Eropa, seperti Excelsior Rotterdam, FC Den Bosch, FC Nuremberg, FC Wintherthur, SC Kriens, dan FC Lucerne. Gantung sepatu sebagai pemain, Van Eck langsung beralih menjadi pelatih. Setelah meraih sertifikat UEFA Pro Coach Licence, pria asal Belanda ini melatih klub Jerman, Carl Zeiss Jena dan kini di Medan Bintang.
13. Medan ChiefsPelatih : Jorg Steinebruner (Jerman)Sepakbola Asia bukan barang baru bagi Jorg Steinebruner. Pelatih asal Jerman ini berpengalaman melatih sejumlah klub Singapura, seperti Woodland Wellington, Sengkang Punggol, dan Etoile. Mulai tahun 2011 ini, Steinebruner "menyeberang" beradu taktik di persepakbolaan Indonesia bersama Medan Chiefs.
14. PersebayaPelatih : Aji SantosoTidak ada yang menyangsikan kiprah Aji semasa masih bermain. Posisi bek sayap kiri timnas Indonesia adalah langganannya, begitu juga dengan ban kapten. Reputasi itu yang membuatnya pernah membela klub-klub papan atas tanah air, seperti Arema Malang, Persebaya Surabaya, PSM Makassar, dan Persema Malang. Sejak 2009, Aji dipercaya menangani Persebaya hingga saat ini.
15. PersemaPelatih : Timo Scheuneman (Jerman)Pelatih kelahiran Jerman yang fasih berbahasa Indonesia ini pernah bermain di klub college Amerika Serikat, Master Mustangs, dan pada 1997 menjadi pemain Persiba Balikpapan. Setelahnya, Indonesia seakan menjadi tanah air bagi Timo. Memegang lisensi kepelatihan UEFA A sejak 2007 lalu, Timo pernah dipercaya menangani timnas sepakbola putri Indonesia di SEA Games 2008 dan Persema sejak 2010 ini.
16. PersiboPelatih : Sartono AnwarSartono adalah sosok yang sudah lama dikenal pecinta sepakbola Indonesia. Salah satu pencapaian besar Sartono semasa bermain adalah ketika membawa PSIS Semarang menjadi juara perserikatan 1987 dengan mengalahkan Persebaya Surabaya. Selain melatih Persibo, Sartono juga sempat duduk di bangku asisten pelatih timnas futsal Indonesia pada 2002.
17. Real MataramPelatih : Jose Basualdo (Argentina)Jose Basualdo pernah mencicipi Piala Dunia 1990 dan 1994 semasa masih bermain membela Timnas Argentina. Usai gantung sepatu, Basualdo menangani Klub Ekuador, Deportivo Quito. Setelahnya, Basualdo menangani sejumlah klub Amerika Latin, seperti Universitario de Deportes, El Porvenir, Cienciano, Santiago Morning, dan Universidad de Santiago FC sebelum akhirnya dipinang Real Mataram.
18. Semarang UnitedPelatih : Edy ParyonoEdy Paryono merupakan pelatih yang berpengalaman karena sempat menyerap ilmu dari Ivan Kolev dan Peter Withe ketika menjadi asisten dua pelatih Eropa itu di Timnas Indonesia. Setelahnya, Edy menjadi pelatih PSIM Yogyakarta, PSIS Semarang, Persipur Purwodadi, hingga akhirnya menangani Semarang United pada musim perdana Liga Primer Indonesia.
19. Tangerang WolvesPelatih : Paulo Camargo (Brasil)Di negara asalnya, Brasil, Paulo Camargo dikenal pelatih yang sangat serius dalam menangani tim dan jeli menciptakan pemain berbakat. Salah satu anak didiknya adalah Kaka ketika masih bermain di tim junior So Paulo Futebol Clube. Kini, kemampuan tersebut dapat ditularkan ke Indonesia. Kita nantikan siapa pemain muda cemerlang yang dilahirkan Camargo bersama Tangerang Wolves.(Ant/ULF)

Empat Dalih Nurdin


Nurdin Halid. TEMPO/Imam Sukamto
TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Nurdin Halid punya empat dalih kenapa Timnas Indonesia kalah melawan Malaysia dalam pertandingan leg pertama melawan Malaysia di Stadion Bukit Jalil, Minggu (26/12). Dalih pertama karena sinar leser. Sorotan sinar laser, kata, Nurdin, menyebabkan tim Merah Putih kalah.

Sinar laser, kata Nurdin, tentu juga sangat mengganggu pemain-pemain Indonesia. Sebenarnya, menurut Nurdin, pihak Indonesia sebelumnya sudah mengingatkan kepada otoritas Malaysia bahwa jika ada gangguan laser ke pemain maka pertandingan harus dihentikan.

Nurdin mengatakan pertandingan yang sempat dihentikan sementara itu, karena Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng mendapat telepon dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menonton di kediamannya. "Setelah mendapat telepon dari Presiden, Menpora langsung memberitahu ke saya agar protes, dan saya melakukan itu ke wasit," ujarnya Senin (27/12).

Ia menganggap masalah sorotan laser itu menjadi penyebab pemain-pemain Indonesia kehilangan konsentrasi. "Setelah pertandingan dilanjutkan, konsentrasi pemain kita jadi buyar," katanya.

Menurut Nurdin sinar laser itu menggunakan alat yang canggih yang tidak dimiliki oleh sembarang orang. "Bukan orang biasa yang melakukannya," ujarnya. Nurdin membantah keras adanya rumor yang menyebutkan bahwa asalnya sinar dari penonton Indonesia.

Dalih kedua, seusai pertandingan diketahui adanya sesuatu serbuk yang berada di areal gawang Markus Haris Maulana. Persisnya serbuk apa, Nurdin mengaku belum tahu. Yang jelas, serbuk itu menyebabkan gatal-gatal di kulit.

"(Pelatih) Widodo dan tim dokter bilang, serbuk itu menyebabkan alergi, gatal-gatal. Bahkan Markus sampai bengkak-bengkak," kata Nurdin seusai menonton latihan timnas di Kompleks Gelora Bung Karno. Menurut Nurdin, temuan kasus serbuk itu akan diteliti lebih lanjut untuk kemudian diperkarakan. "Kita protes ke Malaysia."

Dalih ketiga, adanya petasan dari lemparan penonton yang masuk ke lapangan. "Hampir mengenai Okto. Itu semua sangat mengganggu pemain kita. Sangat berpengaruh terhadap mental dan psikologis pemain," ujarnya.

Dan dalih keempat, lama bus jemputan panitia buat Tim Indonesia. Ini sudah dirasakan, menurut Nurdin, sejak rombongan timnas sejak baru tiba di bandara Kuala Lumpur. Saat itu rombongan sangat lama menunggu bus panitia yang akan membawa ke hotel. "Jadi sejak awal kita sudah mendapat teror dari tuan rumah," kata Nurdin.

Berbagai kasus itu, Nurdin melanjutkan, sudah diprotes oleh PSSI secara lisan dan tertulis. "Besok akan dibahas lebih jauh meskipun tidak akan mempengaruhi hasil pertandingan. Surat protes resmi sudah dilayangkan tadi pagi," ujar dia.

Namun ia mengaku tetap optimistis tim Merah Putih bisa meraih juara. "Perjuangan kita belum selesai, kita masih memiliki peluang yang sama besarnya juga. Yang penting penonton kita nanti tidak melakukan perbuatan-perbuatan seperti itu. Kita harus tetap sportif," ujarnya.

Indonesia Buang 12 Peluang di Babak Pertama

Indonesia VS Malaysia. ANTARA/Prasetyo Utomo
TEMPO Interaktif, Jakarta -Perjuangan yang luar biasa ditunjukkan Firman Utina cs dalam laga penentuan final piala AFF Suzuki yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (29/12). Serangan-serangan menusuk langsung diberikan tim Garuda untuk bisa mencetak gol. Setidaknya ada 10 peluang yang tercipta dari skuad Garuda namun masih belum bisa membobol gawang Malaysia. Berikut ini beberapa peluang yang sempat terjadi.

Menit ke-2 ada umpan lambung dari sundulan Cristian Gonzales dan ingin dimanfaatkan Arif Suyono tetapi kiper Malaysia Khairul Fahmi sigap menjaga gawangnya.

Menit ke-5 Arif Suyono dan Mohammad Nasuha bekerja sama melakukan kerjasama satu dua dari lini kanan pertahanan Malaysia dan menghasilkan bola lambung ke gawang Khairul, lagi-lagi tertangkap dengan sigap oleh Khairul.

Menit ke-8 Arif kembali membuka peluang untuk Indonesia bersama dengan Irfan Bachdim. Sayangnya, eksekusi dari kaki Irfan belum bisa membuahkan gol.

Menit ke-16, Gonzales kembali memberikan umpan lambung lewat kepalanya yang kini diarahkan kepada Irfan. Lagi-lagi tendangan itu langsung dimentahkan saja oleh Khairul.

Menit ke-17, kesempatan Indonesia untuk mendapatkan gol kembali mentah meski wasit Peter Daniel Green telah menunjuk ke titik putih setelah pemain belakang Malaysia menjatuhkan Arif Suyono di kotak penalti. Eksekusi dari sang kapten, Firman Utina tidak mampu menembus gawang Khairul. Tendangannya ke kanan gawang langsung terbaca dan bisa ditangkap.

Menit ke-19, Malaysia membalas dengan langsung mencoba menembus pertahanan Indonesia. Mohd Ashari bin Samsudin berupaya menendang bola ke arah gawang tetapi untungnya bisa dihalau kiper Indonesia Markus Harison.

Menit ke-24, peluang dibuka kembali dari kubu Indonesia. Kali ini, tendangan Muhammad Ridwan menuju ke kotak penalti disambut oleh sundulan Cristian Gonzales. Sayangnya, bola melambung menjauhi gawang.

Menit ke-28, peluang Indonesia berada pada kaki Ridwan yang telah bersiap menerima umpan dari tengah lapangan. Namun, Khairul langsung bisa menangkap hasil tendangan menyamping Ridwan.

Menit ke-32, Malaysia bisa melakukan serangan balik yang begitu cepat untuk menembus pertahanan Indonesia. Pemegang gelar topskorer sementara Mohd Safee bin Mohd Sali berupaya membobol gawang Markus. Tendangan menyilang Safee terlalu melebar dan bola berlalu begitu saja dari gawang.

Menit ke-37, giliran Zulkifli Syukur yang berusaha untuk bisa menjebol gawang Khairul. Umpan darinya sempat membuat Malaysia hampir bisa melakukan gol bunuh diri. Untungnya bisa diselamatkan oleh Khairul.

Menit ke-42, Gonzales mendapatkan kesempatan lagi untuk menambahkan koleksi golnya yang masih berselisih satu gol dengan Safee. Namun, momen yang membuat para suporter sempat menahan nafas itu harus dibayar dengan kekecewaan. Bola terlalu melambung di atas mistar gawang Khairul.

injury time menit ke-47, Arif dan Gonzales bisa saja memberikan sumbangan gol setelah menusuk pertahanan Malaysia. Namun, Malaysia menunjukkan pertahanan yang kuat dan kerjasama kedua pemain Indonesia ini dimentahkan begitu saja. 

Nurdin: Gawang Indonesia Ditaburi Serbuk hingga Markus Bengkak


Nurdin Halid. TEMPO/Imam Sukamto
TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Umum PSSI Nurdin Halid mengatakan pada pertandingan Indonesia melawan Malaysia kemarin, ditemukan serbuk di depan gawang kiper Indonesia Markus Haris Maulana.
Nurdin mengatakan serbuk tersebut mengakibatkan Markus dan pemain belakang Indonesia gatal-gatal. Menurut tim dokter PSSI, kata Nurdin, serbuk itu menyebabkan alergi yang menimbulkan gatal-gatal bila terkena kulit.
"Markus sampai mengalami bengkak-bengkak," kata Nurdin yang mengunjungi latihan tim nasional di lapangan PSSI, Senin (27/12) sore.
Pada pertandingan pertama final Piala AFF di Stadion Nasional Bukit Jalil, Malaysia, Indonesia kalah 3-0.
Tim PSSI sudah menyelidiki temuan serbuk yang dianggap aneh itu dan akan menindaklanjutinya. Masalah serbuk tersebut juga sudah disampaikan ke pihak penyelenggara pertandingan di Malaysia.
Nurdin juga mengaku tim nasional Indonesia sudah mengalami teror sejak di bus saat menuju Stadion Nasional Bukit Jalil.

Inilah Surat untuk Firman Utina Dkk


ANTARA/Andika Wahyu
TEMPO Interaktif, Jakarta - Nama penulis E.S. Ito kini berkibar di dunia maya setelah dia mengunggah tulisan di blognya http://itonesia.com, berjudul "Surat untuk Firman." Firman yang dimaksud Ito dalam tulisan itu tak lain adalah Firman Utina, kapten kesebelasan tim nasional Indonesia.

Petang nanti, (Rabu, 29/12) tim nasional Indonesia akan berhadapan dengan Malaysia di final putaran kedua final Piala AFF Suzuki 2010 di Stadion Gelora Bung Karno. Timnas Indonesia kalah 3-0 saat berlaga di kandang lawan, di Stadion Bukit Jalil Malaysia ahad (26/12) lalu.

Banyak pihak menilai kekalahan tersebut disebabkan faktor-faktor di luar lapangan, antara lain upaya politisasi sejumlah pihak, yang akhirnya membebani pemain. Hal-hal itulah yang menarik perhatian Ito sehingga menulis surat terbuka itu. Ia meminta agar Firman dan yang lainnya untuk bermain dengan gembira tanpa harus memikirkan beban berat.

Seperti tertulis di biografinya, Ito lahir pada 1981, di Magek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Nama E.S. Ito merupakan gabungan dari singkatan nama asli dan nama panggilannya. E.S. adalah singkatan Eddri Sumitra, sedangkan Ito adalah panggilan masa kecilnya.

Alumni SMA Taruna Nusantara Magelang dan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini telah menerbitkan dua novel. Novel pertamanya "Negara Kelima" terbit tahun 2005. Dua tahun kemudian dia menulis novel keduanya yang cukup terkenal yakni "Rahasia Meede".

Tulisan Ito tentang tim nasional Indonesia ini beredar di Twitter sejak Selasa (28/12) kemarin. Tak lama setelahnya, blognya pun kebanjiran pengunjung dan tak bisa diakses hingga kini.

Berikut surat Ito selengkapnya:

Surat Untuk Firman


Kawan, kita sebaya. Hanya bulan yang membedakan usia. Kita tumbuh di tengah sebuah generasi dimana tawa bersama itu sangat langka. Kaki kita menapaki jalan panjang dengan langkah payah menyeret sejuta beban yang seringkali bukan urusan kita. Kita disibukkan dengan beragam masalah yang sialnya juga bukan urusan kita. Kita adalah anak-anak muda yang dipaksa tua oleh televisi yang tiada henti mengabarkan kebencian. Sementara adik-adik kita tidak tumbuh sebagaimana mestinya, narkoba politik uang membunuh nurani mereka. Orang tua, pendahulu kita dan mereka yang memegang tampuk kekuasaan adalah generasi gagal. Suatu generasi yang hidup dalam bayang-bayang rencana yang mereka khianati sendiri. Kawan, akankah kita berhenti lantas mengorbankan diri kita untuk menjadi seperti mereka?

Di negeri permai ini, cinta hanyalah kata-kata sementara benci menjadi kenyataan. Kita tidak pernah mencintai apapun yang kita lakukan, kita hanya ingin mendapatkan hasilnya dengan cepat. Kita tidak mensyukuri berkah yang kita dapatkan, kita hanya ingin menghabiskannya. Kita enggan berbagi kebahagiaan, sebab kemalangan orang lain adalah sumber utama kebahagiaan kita. Kawan, inilah kenyataan memilukan yang kita hadapi, karena kita hidup tanpa cinta maka bahagia bersama menjadi langka. Bayangkan adik-adik kita, lupakan mereka yang tua, bagaimana mereka bisa tumbuh dalam keadaan demikian. Kawan, cinta adalah persoalan kegemaran. Cinta juga masalah prinsip. Bila kau mencintai sesuatu maka kau tidak akan peduli dengan yang lainnya. Tidak kepada poster dan umbul-umbul, tidak kepada para kriminal yang suka mencuci muka apalagi kepada kuli kamera yang menimbulkan kolera. Cinta adalah kesungguhan yang tidak dibatasi oleh menang dan kalah.

Hari-hari belakangan ini keadaan tampak semakin tidak menentu. Keramaian puluhan ribu orang antre tidak mendapatkan tiket. Jutaan orang lantang bersuara demi sepakbola. Segelintir elit menyiapkan rencana jahat untuk menghancurkan kegembiraan rakyat. Kakimu, kawan, telah memberi makna solidaritas. Gocekanmu kawan, telah mengundang tarian massal tanpa saweran. Terobosanmu, kawan, menghidupkan harapan kepada adik-adik kita bahwa masa depan itu masih ada. Tendanganmu kawan, membuat orang-orang percaya bahwa kata "bisa" belum punah dari kehidupan kita. Tetapi inilah buruknya hidup di tengah bangsa yang frustasi, semua beban diletakkan ke pundakmu. Seragammu hendak digunakan untuk mencuci dosa politik. Kegembiraanmu hendak dipunahkan oleh iming-iming bonus dan hadiah. Di Bukit Jalil kemarin, ada yang mengatakan kau terkapar, tetapi aku percaya kau tengah belajar. Di Senayan esok, mereka bilang kau akan membalas, tetapi aku berharap kau cukup bermain dengan gembira.

Firman Utina, kapten tim nasional sepak bola Indonesia, bermain bola lah dan tidak usah memikirkan apa-apa lagi. Sepak bola tidak ada urusannya dengan garuda di dadamu, sebab simbol hanya akan menggerus kegembiraan. Sepak bola tidak urusannya dengan harga diri bangsa, sebab harga diri tumbuh dari sikap dan bukan harapan. Di lapangan kau tidak mewakili siapa-siapa, kau memperjuangkan kegembiraanmu sendiri. Di pinggir lapangan, kau tidak perlu menoleh siapa-siapa, kecuali Tuan Riedl yang percaya sepak bola bukan dagangan para pecundang. Berlarilah Firman, Okto, Ridwan dan Arif, seolah-olah kalian adalah kanak-kanak yang tidak mengerti urusan orang dewasa. Berjibakulah Maman, Hamzah, Zulkifli dan Nasuha seolah-olah kalian mempertahankan kegembiraan yang hendak direnggut lawan. Tenanglah Markus, gawang bukan semata-mata persoalan kebobolan tetapi masalah kegembiraan membuyarkan impian lawan. Gonzales dan Irvan, bersikaplah layaknya orang asing yang memberikan contoh kepada bangsa yang miskin teladan.

Kawan, aku berbicara tidak mewakili siapa-siapa. Ini hanyalah surat dari seorang pengolah kata kepada seorang penggocek bola. Sejujurnya, kami tidak mengharapkan Piala darimu. Kami hanya menginginkan kegembiraan bersama dimana tawa seorang tukang becak sama bahagianya dengan tawa seorang pemimpin Negara. Tidak, kami tidak butuh piala, bermainlah dengan gembira sebagaimana biasanya. Biarkan bola mengalir, menarilah kawan, urusan gol seringkali masalah keberuntungan. Esok di Senayan, kabarkan kepada seluruh bangsa bahwa kebahagiaan bukan urusan menang dan kalah. Tetapi kebahagiaan bersumber pada cinta dan solidaritas. Berjuanglah layaknya seorang laki-laki, kawan. Adik-adik kita akan menjadikan kalian teladan!.

Kiper Malaysia Buka Rahasia Gagalkan Penalti Firman

Kiper Malaysia Buka Rahasia Gagalkan Penalti Firman
Jakarta (ANTARA) - Penjaga gawang Timnas Malaysia Khairul Fahmi Che Mat membuka tabir rahasia keberhasilannya menggagalkan eksekusi penalti Firman Utina pada leg kedua final Piala AFF 2010 pada Rabu lalu.
"Saya memang sudah menyangka Firman Utina akan melakukan tendangan ke arah kiri. Ini karena pelatih Rajagopal sejak semula sudah memberitahu saya bahwa Firman senang melakukan tendangan ke arah itu," ujar Fahmi Che Mat.
Hal itu diungkapkan Fahmi Che Mat di Bandara Soekarno Hatta pada Kamis petang ketika hendak kembali ke Kuala Lumpur, Malaysia.
Aksi penyelamatan tersebut menjadi aksi gemilang bagi Fahmi yang menyelamatkan penalti Firman pada menit ke-19 dalam pertandingan yang berlangsung ketat.
Khairul yang akrab disapa Apek, mengaku cukup tenang ketika pemain lawan melakukan eksekusi penalti, karena berpegang kepada nasihat Rajagopal.
"Pelatih telah mengkaji sepakan penalti yang dilakukan oleh Firman dan pemain Indonesia yang lain, dan itu jelas membantu saya."
"Saya bersyukur karena dugaan saya tepat, sekaligus mementahkan hasrat Indonesia untuk meraih gol awal karena saya sadar jika mereka unggul, situasi mungkin akan berubah dan memberikan mereka lebih bersemangat untuk bangkit," jelasnya seperti juga dikutip `utusan online`.
Mengenai pancaran sinar laser, Khairul mengaku tidak terganggu dengan gangguan psikologis oleh pendukung tim Indonesia itu.
"Memang agak sedikit mengganggu penglihatan, tetapi mental dan fokus saya tetap kepada pertandingan, walau apa pun yang mereka coba lakukan," katanya.
Ia sama sekali tidak berpikir akan membuat tindakan untuk meminta pertandingan dihentikan seperti yang pernah dilakukan oleh penjaga gawang Indonesia, Markus Horison," demikian Fahmi Che Mat.

Irfan Bachdim Terjebak di Tengah Pertarungan Kepentingan

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Timnas Merah Putih sepertinya terus direcoki oleh hal-hal non-teknis. Kini striker timnas, Irfan Bachdim, yang harus terseret dan terjebak dalam pertarungan kepentingan. Semuanya berawal ketika Persema Malang -- klub tempat Irfan mulai merintis karier profesionalnya di Indonesia – memutuskan untuk keluar dari kompetisi Liga Super Indonesia (LSI). Klub berjuluk Laskar Ken Arok itu ingin menjadi klub profesional dan mandiri yang tidak bergantung pada dana APBD seperti kebanyakan klub-klub LSI. Penggunaan dana APBD dinilai membuat klub jadi tidak profesional karena banyak campur tangan, intrik dan kepentingan.
Klub saudara tua Arema Malang itu hengkang dari LSI juga karena sering dirugikan selama berpartisipasi di kompetisi miliki PSSI tersebut. Alhasil, Persema memilih pindah ke Liga Primer Indonesia (LPI) yang menjadi kompetisi tandingan LSI.
PSSI menilai LPI sebagai kompetisi ilegal karena keberadaannya tidak berada di bawah PSSI. Dan sebagai konsekuensi atas keilegalan tersebut, PSSI mengancam akan memberikan sanksi degradasi kepada klub yang bersikeras ikut LPI.
Sialnya, tidak hanya klub saja yang bakal terkena sanksi PSSI.  Ancaman hukuman juga akan menerpa semua yang terlibat dalam klub peserta LPI tersebut.  
‘’Sanksi juga akan diberikan kepada semua yang ikut terlibat mulai dari tim manajemen, jajaran pelatih maupun pemain yang saat ini memperkuat klub tersebut,’’ kata CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, seperti dikutip Antara.  
Irfan Bachdim pun akhirnya ikut terseret dan terjebak dalam pertarungan dua kepentingan tersebut . Dia terancam dicoret dari timnas apabila memilih tetap bergabung dengan Persema Malang dan bermain di kompetisi tandingan PSSI.
Irfan Bachdim memang harus memilih. Apakah dia akan memilih LPI demi menghormati kontraknya bersama Persema Malang. Ataukah dia harus tunduk pada ancaman PSSI demi menyelamatkan mimpinya bermain bersama timnas.
Apapun pilihan Irfan, yang pasti adalah ucapan pelatih Alfred Riedl kembali terbukti kebenarannya. Bahwa banyak kepentingan non-teknis yang merecoki.

JUAL PLATINUM

Dijual : Satu batang Platinum jm Assayers & Refiners AZL 18 London seberat 32 ounces PF.57182.Ada yang berminat hubungi ane ya gan, harga bisa nego.

Contac via e-mail or YM: armhan_shy@yahoo.com